7 Biaya Tambahan yang Perlu Anda Antisipasi saat Jual Beli Rumah

71 views

Jual beli rumah ternyata bukan sekedar membayar Rp100 juta. Ada beberapa biaya tambahan yang dikenakan pada penjual maupun pembelinya. Tapi, untuk beberapa developer, semua biaya tambahan ini sudah dimasukkan dalam harga rumah, jadi bersih tanpa ada embel-embel bayar Rp100 juta ditambah sekian juta untuk biaya tambahan.

Jual-Beli-Properti-Rumah

Nah, untuk lebih ‘melek’ informasi terkait jual beli properti yang menjadi salah satu kebutuhan pokok ini, ada baiknya kita mengetahui jenis-jenis biaya tambahan yang perlu Anda antisipasi saat bisnis atau memperjualbelikan rumah. Sehingga dengan begitu Anda bisa menyiapkannya terlebih dahulu. Simak ulasannya berikut.

  1. Biaya AJB

Biaya pertama inilah yang mungkin palings erring Anda dengar dalam bisnis jual beli properti. Berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1998 pasal 2 ayat 1, besarnya biaya Akta Jual Beli (AJB) ini bukan dibuat atau diatur oelah notaris maupun BPN, melainkan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah). Besarnya relatif, tapi cukup terjangkau, yaitu 0,5%-1%.

Nah, syarat pembuatan akta ini adalah Anda harus menyelesaikan semua jenis pembiayaan, termasuk 6 biaya yang akan dibahas dalam poin selanjutnya. Anda maupun pembeli bisa bernegosiasi untuk menentukan siapa yang menanggung biaya ini, bisa bersama atau Anda memasukkannya dalam harga rumah.

  1. Biaya BBN

Biaya Balik Nama (BBN) merupakan biaya tambahan berikutnya yang perlu Anda antisipasi. Seperti halnya AJB, biaya ini juga diurus oleh PPAT. Begitupula dengan syarat dan prosedurnya yang mengharuskan Anda untuk memenuhi 5 biaya tambahan lainnya yang akan dibahas dalam poin selanjutnya yang tentu saja perlu Anda perhatikan.

Pengurusan biaya tambahan ini memerlukan waktu lebih lama dari biaya lainnya karena diurus secara kolektif ke kantor BPN oleh PPAT-nya, yaitu antara 2 pekan sampai 3 bulan. Besar biaya ini adalah (1/1.000 x NJOP) + 50.000. Besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) bergantung pada nilai lokasi dan tingkat kestrategisan dari rumah yang diperjualbelikan.

  1. Biaya Notaris

Notaris merupakan salah satu hal yang tidak boleh Anda lupakan saat memulai bisnis jual beli rumah karena perannya yang kurang lebih seperti PPAT. Besarnya antara Rp3 sampai Rp5 juta, tapi masih relatif. Bahkan, biasanya biaya ini sudah termasuk dalam biaya tambahan lainnya.

Biaya-biaya tambahan yang diurus oleh notaris ini mencakup AJB, BNN, SK, SKHMT (Surat Kuasa Hal Membebankan Hak Tanggungan), serta APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan). Beitupula dengan validasi pajak dan cek sertifikat, semuanya bisa Anda serahkan sepenuhnya pada notaris.

  1. Biaya BPHTB

Biaya tambahan keempat yang perlu diantisipasi saat memulai bisnis jual beli rumah yaitu Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang pembayarannya juga dibebankan pada pembeli. Hal ini pasti sudah sering didengar dan tidak asing lagi bagi sebagian besar orang yang bergelut dalam hal investasi properti.

Besar BPHTB ini sekitar 5% dari harga beli dikurangi NJOPTKP/NPTKP. Jadi, jika Anda ingin menjual rumah seharga Rp100 juta, maka besar BPHTB yang wajib Anda bayar adalah Rp5 juta. Tentu saja Anda perlu menyiapkannya bukan?

  1. Biaya Cek Sertifikat

Besar biaya ini berbeda-beda untuk setiap wilayahnya, tapi umumnya sekitar Rp150 ribu. Keberadaan semua sertifikat ini tentu sangat penting mengingat setiap lembarnya merupakan bukti legalitas dari sebuah properti, khususnya rumah.

Jadi, Anda bisa menghindari kemungkinan adanya rumah yang memiliki sertifikat ganda, dalam penyitaan bak, atau tanah tempat bangunan rumah didirikan berada dalam sengketa. Pembayaran biaya ini bisa Anda lakukan di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Anda diwajibkan untuk membawa setifikat asli ini untuk menbuktikan bahwa

  1. Biaya PPh

Biaya Penghasilan (PPh) ini dibebankan pada Anda sebagai penjual. Besarnya sama seperti BPHTB, yaitu 5% dari harga penjualan rumah. Jadi, besar PPh untuk rumah dengan nilai sama yaitu Rp5 juta.

  1. Biaya PPN

Biaya berikutnya yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibebankan kepada pembeli. Anda tentu sudah tidak asing dengan pajak yang kerap disematkan dalam struk belanja di minimarket atau supermarket. Nah, biaya ini juga harus bisa Anda antisipasi mengingat nominalnya yang cukup besar, yakni 10%.

Tapi, Anda jangan khawatir, karena biaya ini dibebankan pada pembeli. Selain itu, kategori rumah yang wajib membayar biaya ini adalah yang PPN ini hanya pada rumah baru dan nilainya di atas Rp36 juta. Jadi, jika Anda menjual rumah seharag Rp100 juta, maka pembeli harus membayar PPN sebesar Rp10 juta.

Ketujuh biaya tambahan dalam jual beli rumah tersebut di atas sebenanya bisa dirundingkan oelh penjual maupun pembeli. Selain ketujuh biaya tersebut, ada biaya asuransi, PNPB (Penerimaan Negara Bukan Pajak), serta PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah). Tapi biaya-biaya ini hanya berlaku pada rumah dengan kondisi tertentu atau bernilai fantast

Leave a reply "7 Biaya Tambahan yang Perlu Anda Antisipasi saat Jual Beli Rumah"